Tulisan ini yang dihadirkan oleh Mohammad Anwar Syarifuddin ini kajiannnya cukup menantang, yaitu tentang iklim akademik Barat dalam melakukan pengkajian terhadap al-Qur'an dan hadis. Bagi sebagian kalangan, kenyataan ini dianggap kontroversial, lantaran mereka yang disebut dengan julukan orientalis adalah kelompok ilmuwan non-muslim.
Sementara materi penelitian yang mereka kaji adalah dua sumber pokok ajaran Islam. Ada sesedikit rasa risih bagi sebagian kalangan umat Islam, ketika kitab al-QUr'an yang suci disentuh oleh tangan peneliti yang bukan muslim, bahkan kritik yang mereka bangun kadang terasa memerahkan telinga. Akibatnya, orientalisme kerap mendapatkan penilaian buruk, bahkan ditolak mentah-mentah. Padahal, al-Qur'an adalah petunjuk untuk seluruh manusia, dan sekeras apapun al-Qur'an dikritik, maka kebenarannya tidak berkurang sedikitpun, dan keyakinan umat Islam terhadap al-Qur'an juga tidak mungkin berkurang. Masih penasaran dengan kajiannya? Maka klik link ini http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28259
Sementara materi penelitian yang mereka kaji adalah dua sumber pokok ajaran Islam. Ada sesedikit rasa risih bagi sebagian kalangan umat Islam, ketika kitab al-QUr'an yang suci disentuh oleh tangan peneliti yang bukan muslim, bahkan kritik yang mereka bangun kadang terasa memerahkan telinga. Akibatnya, orientalisme kerap mendapatkan penilaian buruk, bahkan ditolak mentah-mentah. Padahal, al-Qur'an adalah petunjuk untuk seluruh manusia, dan sekeras apapun al-Qur'an dikritik, maka kebenarannya tidak berkurang sedikitpun, dan keyakinan umat Islam terhadap al-Qur'an juga tidak mungkin berkurang. Masih penasaran dengan kajiannya? Maka klik link ini http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/28259


0 komentar:
Posting Komentar